Petani Dilatih Terapkan Teknologi Pertanian

Dalam meningkatkan penerapan teknologi pertanian perkebunan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Banyuasin menggelar Pelatihan UPJA di 10 Kecamatan di Kabupaten Banyuasin. Tujuan dari kegiatan ini untuk mendukung pencapaian swasembada pangan.

Pelatihan Unit Pelayanan Jasa Alsistan (UPJA) merupakan bagian dari program peningkatan penerapan teknologi pertanian perkebunan. Kegiatan yang dilaksanakan bidang sarana dan prasarana (SAPRAS) di 10 kecamatan potensial dan para pesertanya dari kalangan petani dan pengurus kelompok tani serta kelompok tani yang mendapatkan bantuan alsintan.

Kadistanak Kabupaten Banyuasin, Ir H Rislan A Gaffar DIPL HE MH menjelasakan, saat ini alat dan mesin pertanian (Alsintan) mempunyai peranan yang penting untuk mendukung mencapai swasembada pangan.

Rislan berharap melalui pelatihan UPJA, jasa alsintan bisa lebih optimal dapat dimanfaatkan bagi kalang petani dan mendukung upaya perkembangan kelembagaan alsintan di sektort produksi tanam pangan.

“Pelatihan ini dapat membantu kelancaran kegiatan pertanian di masa mendatang, dimana semua pihak yang terlibat bisa berperan aktif demi dipertahankannya swasembada pangan di Kabupaten Banyuasin,” ujarnya.

Peserta yang diberikan dalam pelatihan UPJA akan diberikan beragam pentunjuk dan arahan teknis dalam rangka pengembangan dan pembinaan UPJA di sentra produksi komoditas pertanian, supaya bisa meningkatkan kemampuan pengelolaan UPJA.

Cahyo SP, selaku Kabid Sapras mengatakan, kegiatan ini sangat diperlukan lataran merupakan lembaga ekonomi yang ada di pedesaan, khususnya yang bergerak di bidang pelayanan jasa dalam rangka meningkatkan kemampuan pengelolaan UPJA.

Dalam upaya pengembangan strategi UPJA yaitu berupa strategis agresif dan implementasinya yang di tempuh melalui pengembangan usaha dan termasuk peluasan jangkauan operasional pelayanan. Khususnya bagi anggota kelompok tani.

“Apabila UPJA berfungsi optimal maka usaha pertanian maju pesat dan efeknya lembaga ini mendapatkan keuntungan usaha, baik keuntungan dari dalam maupun dari luar kelompok tani atau gapoktan, dikarenakan petani akan lebih dalam menggunakan alsintan,” ujarnya.

“ Adapun kendala bagi pelaku utama pembangunan pertani  dalam usaha tani yaitu keterbatasan kepemilikan lahan juga keterbatasan ketersediaan sarana dan peralatan dan mesin pertanian. Dengan adanya UPJA di sentra produksi pasti akan membantu mengatasi kebutuhan alsintan dan juga mengatasi kelangkaan tenaga kerja di pedesaan,” pungkasnya

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*