Penanganan Gangguan Reproduksi (Gangrep) dalam rangka program upaya khusus sapi induk wajib bunting (UPSUS SIWAB) tahun 2017

IMG-20170303-WA0005Pangkalan Balai-Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin melaksanakan kegiatan bimtek DALAM RANGKA PENANGANAN GANGGUAN REPRODUKSI (GANGREP) DALAM RANGKA PROGRAM UPAYA KHUSUS SAPI INDUK WAJIB BUNTING (UPSUS SIWAB) TAHUN  2017, kegiatan ini dilaksanakan di lokasi SPR tepatnya dikelompok tani dekon Desa Sukamulya Kecamatan Betung.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin Ir. H. Babul Ibrahim mengatakan dipilihnya lokasi ini sejak berdirinya SPR (Sekolah Peternakan Rakyat) Tahun 2013, peternakan perkembangbiakan sapi cukup baik dan perlu mendapatkan apresiasi, hal ini dapat dilihat dari penambahan populasi ternak yang pada awal berdiri berjumlah 2.225 ekor dan sekarang berkembang menjadi 6.112 ekor atau bertambah sebanyak  3.887 ekor (bertambah 972 ekor pertahun). Sebagai gambaran, populasi ternak sapi di Kabupaten Banyuasin berjumlah ±36.000 ekor dan sekitar 45 – 46 persen diantaranya adalah sapi betina produktif yang siap bunting (dapat beranak) tetapi pada kenyataanya sering juga dijumpai ternak sapi beina yang tidak beranak.  Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan terhadap sistim reproduksi sapi betina tersebut apakah ada gangguan atau tidak (seperti kegiatan gangrep yang akan kita lakukan sekarang ini).  Kalau ada gangguan perlu penanganan lebih lanjut dan kalau tidak pulih juga maka sebaiknya diafkir sebagai indukan ( digemukan untuk dipotong).

kegiatan yang akan dilaksanakan diantarannya :

  • Penanganan gangguan reproduksi (gangrep). Ini merupakan langkah awal dalam pelaksanaan program UPSUS SIWAB, dengan maksud agar kejadian gangguan reproduksi berkurang sehingga diharapkan satu indukan dapat menghasilkan 1 anakan setiap tahunnya (one calving one year).
  • Pelaksanaan Kawin Suntik atau Inseminasi Buatan (IB) diharapkan anak/ pedet yang lahir mempunyai kualitas unggul
  • Penyelamatan rumpun/ ras asli yang ada di wilayah tersebut (sapi unggul lokal).

foto sapi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*